Selasa, 29 Mei 2012


PETUNJUK TEKNIS
PEMBUATAN PESTISIDA NABATI / BOTANI

PENDAHULUAN

Sampai saat ini pengguna pestisida sintetis untuk pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) masih cukup tinggi.  Pengguna pestisida sintetis yang kurang bijaksana dapat menimbulkan resistensi hama, resurjensi dan pencemaran lingkungan.  Dampak negatif penggunana pestisida sintentis tersebut harus dihindari atau diusahakan sekecil mungkin.

Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan salah satu usaha pembangunan biang perkebunan yang berwawasan lingkungan.  Penggunanaan pestisida merupakan alternatif terakhir apabila metode pengendalian yang lain hasilnya kurang memuaskan.  Setiap tindakan yang dilakukan dalam PHT harus dipertimbangkan aspek ekologis, ekonomis dan sosiologis.  Pemanfaatan pestisida Nabati/Botani merupaka alternatif yang dapat dilaksanakan untuk pengendalioan OPT khususnya hama tanaman perkebunan.

Jenis tumbuhan yang mengandung bahan aktif pestisida yang dapat dimanfaatkan untuk insektisida nabati antara lain Tuba, Nimba Tembakau, Lengkuas, Serai, Gadung dan Daun Sirsak.  Ekstrak bahan-bahan tersebut dapat digunakan untuk mengendalikan hama belalang, hama yang menyerang pembibitan dan jamur pada tanaman perkebunan lainnya.

TUJUAN

1.  Pengembangan pemanfaatan isektisida nabati yang mendukung usaha pelestarian lingkungan yang berkelanjutan.
2.  Eksplorasi sumber daya lokal untuk pengendalian hama dan penyakit.
3.  Meningkatkan pengentahuan teknis petugas dalam menghadapi gangguan hama dan penyakit.
4.  Meningkatkan kemampuan petani dalam pengelolaan usahatani terutama dalam mengatasi gangguan hama penyakit.

SASARAN

1.  Pengembangan insektisida nabati hingga dikenal, dipahami dan dimanfaatkan petani.
2.  Tersedianya insektisida yang siap pakai untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman.

TEKNIK PELAKSANAAN

1. Bahan Pestisida Gadung, Tuba, Brotowali dan Sirih (Gatubrotemsi).

    Bahan  :
    - Gadung 1 kg
    - Tembakau 1 ons
    - Akar Tuba 1 potong
    - Daun Sirih 1 genggam
    - Brotowali 1 kg.

    Cara Membuat  :
    - Gadung dikupas, dicuci dan diparut.
    - Tuba dan Brotowali dipotong dan ditumbuk.
    - Daun Sirih diremas-remas dan ditambah dengan 3 liter air.
    - Tembakau dipotong-potong dan ditumbuk.
    - Semua dicampur, dimasukan ke dalam panci dan direbus hingga mendidih, didinginkan dan disaring.
    - Larutan siap digunakan dengan dosis 50-60 cc/tangki (14 liter)

    Kegunaan  :
    Pengendalian Ulat, Walang Sangit, Kepinding Tanah dan Belalang.

2. Pembuatan Pestisida Nimba, Lengkuas dan Serai (Balengse)

    Bahan  :
    - Daun Nimba 8 Kg
    - Lengkuas 6 Kg
    - Serai 6 Kg
    - Sabun Colek/Detergen 20 Gram
    - Air 20 Liter

    Cara Membuat  :
    - Daun Nimba, Lengkuas dan Serai dihaluskan.
    - Bahan-bahan yang telah dihaluskan dilarutkan dalam 20 liter air.
    - Didiamkan selama satu malam
    - Larutan selanjutnya disaring dan diencerkan dengan 50 liter air.
    - Larutan siap diaplikasi untuk 1 Ha lahan.
   
    Kegunaan  :
    Pengendalian Hama dan Penyakit tanaman perkebunan.

3. Pembuatan Pestisida Daun Sirsak dan Tembakau (Sirtem)

    Bahan  :
    - Daun Sirsak 50 Lembar
    - Tembakau 1 Genggam
    - Air 20 Liter
    - Sabun Colek/Detergen 20 Gram
   
    Cara Membuat  :
    - Daun Sirsak dan Tembakau ditumbuk halus.
    - Bahan dicampur dengan air dan diaduk hingga rata.
    - Didiamkan selama satu malam
    - Larutan selanjutnya disaring dan diencerkan dengan 50 Liter air.
    - Larutan siap diaplikasi untuk 1 Ha lahan.
   
    Kegunaan  :
    Pengendalian Hama Belalang dan Ulat

Oleh :
Balai Perlindungan Tanaman Perkebunan dan Pengawasan Benih
Dinas Perkebunan Provinsi Kalimantan Tengah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar